Rabu, 15 Mei 2013

GRAMATIKAL MA'HAD

I M M I M


Ada satuan bahasa yang selalu melekat hingga saat ini, kalimat itu adalah sebuah sambutan yang tidak lazim. Tidak tertulis di spanduk atau juga di papan sekolah.., ia tidak diukir dengan batu, tidak juga dengan kerang dan tidak dengan hiasan lampu, pesan itu hanya tertulis dengan tinta sablon di seprei ranjang berwarna hijau yang sama untuk semua calon santri :

“TABAH DAN SABARLAH AGAR KAMU SUKSES”

hihi.., seram!!!  sebuah  ultimatum ; bahwa saya dan teman2 sedang memasuki sebuah bilik besar yang penuh andrenalin.., ditampeleng, dicubit, digebukin senior, dikerjain, di apa2kan saja pokoknya wajib hukumnya menerima dengan lapang dada. Edukasi ala militer…, hehe..  :D

Kenapa tulisan itu di seprei kasur ya.. ????
hmmm, rupanya dunia baru itu sedang mengajarkan balagho' yang tersirat, baik dan halus. Adrenalin itu tidak memacu jantung saat mata kita sedang menganga saja, tapi saat mata terpejam di ranjang pun  perasaan was-was itu ada. Sosok lelaki bertubuh besar, sangar, hitam (man hadza ???) yang ketukan langkah kakinya menembus alam mimpi. Berdirilah ia di depan pintu asrama, dan dimulailah hitungan bersejarah itu dengan suara yang pelan namun lebih menggelegar dari Guntur dan halilintar.: ‘Asshalatu khairumminannaum..!!!, hatta tsalatsa : 1….. 2…. 3…., Biuayarrrrrrrrrr…. Seperti gempa bumi 9,4 Skala Richter…, berlompatlah kami dari ranjang seperti pengungsi, dan dalam 5 menit saja sumur kibar ramai dengan wajah2 yang melas..
Ketika suasana itu hening…,  tiba-tiba.. ramai tawa pecah di mulut sumur yang tertuju pada salah satu di antara kami yang tanpa sadar hanya menggunakan kolor  (saking takutnya hingga tak sempat ngambil sarung. wkwkwkwk :D:lol::P

Malam hari menjadi penantian istirahat  yang tak ramah. setelah selesai isya, detakan jantung semakin cepat, cemas, gelisah dan takut.., diumumkanlah daftar pelaku tindak pidana ala ma’had, jika masih cinta dengan bahasa daerah dan kenakalan lainnya, maka bersiaplah untuk dieksekusi di kursi panas mahkamahtillugah pengadilan senior… :(

Oupsss.., ada yang tertinggal, sentilan ba’da dzuhur “hamsodakait ilal matbah” menciptakan antrian panjang di gerbang matbah (dapur), dan kami pun berbaris menerima lipatan sajadah yang diputar hingga mengeras. Kodooong (belas kasian).. sampe lemari menjadi tempat persembunyian yang sementara aman ketika senior mengontrol asrama saat waktu makan tiba. Terima kasih lemariku … :lol:

Bicara lemari, ana jadi ingat shohib 962 yang paling rapi di antara kami.., Alhamdulillah ukhuwa ini masih terjalin lewat pembicaraan dengannya 3 hari yang lalu via telephon celuler setelah kurang lebih 9 Tahun tak bersua. Asli.. selama umur pergaulanku tidak pernah kutemui orang paling rapi sepertinya. Seketika saja diriku seperti  terkena  jenis penyakit  mental Stockholm  syndrome (aku menjadi Gila), harus tertawa keras dan lama sampai  kehilangan kontrol karena bercerita ria dan mengenang memori itu.., haha..:lol:

Memang, tidak semua di antara kami sanggup bertahan mereguk getirnya kehidupan ma’had, pahit, duka, dan tangisnya. Dibutuhkan kesabaran dan ketabahan yang super ekstra. Namun,  tetaplah kami keluar membawa nilai-nilai religus, ukhuwa, cinta dan solidaritas hingga batas kehidupan dunia yang berakhir dengan kematian (insya Allah). semoga pula kami tetap dipersaudarakan oleh Allah di kehidupan yang terakhir. Dan semoga pula para akhwat bidadari2 kerudung pujaan kami dulu itu kelak adalah bidadari surga bagi para suaminya, Aamiin…

Mmm, semangat 45 ketika di ajak jalan-jalan ke Ma’had Putri, salah satu dari kami harus ngaca berulang kali dengan tata rambut yang dibelah tengah ditambah kilatan minyak rambut (apalagi nama judulnya itu minyak rambut yang dijual pak Imran ??? lupa ka), ampunnnnn.., sudah gagah ma tidak shohibong ?? pertanyaan yang sama dan selalu berulang-ulang. hiiihiii..

Hakikatan, wallahi, hamsadakait, hattassalatsa, yaskutu haiba dan masih banyak lagi kata-kata dari satuan gramatikal bahasa ma’had yang masih terekam dan tak pernah hilang…

Saya mau akhiri catatan iseng ini..,  dengan satu pepatah Arab di lembaran pertama buku balagah kami, buat saudara-saudariku yang sedang hijrah bekerja untuk mengejar cita-cita : ‘man jadda wa jadaa’ (siapa yang bersungguh-sungguh maka dapatlah ia). Maka  jadikan ‘kesungguhan’ itu untuk memulai setiap lembaran pertama dalam bekerja, kemudian selimutilah setiap usahamu  dengan pesan seprei kita itu ; TABAH DAN SABARLAH AGAR KAMU SUKSES… :)




Ma’hadku Almamaterku.. lumbung ilmu yang menanam cinta..
Alaikum salam, Baraqumullahu  fikh jami’an…., 

Min Huna Uhibbukum Daaiman…