Jumat, 28 Juni 2013

SURATKU BUAT ISTRI NAN AGUNG

(Aisyah RA Binti Abu Bak'r RA)

Kepada,
Kerabat, Sahabat dan Saudara/i ku..
Di
Tempat


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh….

Salam Cinta dan Ukhuwa.., Semoga Rahmat, Hidayah dan Kasih Sayang Allah selalu tercurah untukmu….
Ini adalah pertama kali diriku menulis catatan dalam bentuk surat untukmu.., untuk diri-dirimu jadikan muhasabah akan fitnah tanduk syaitan dan lidah dajjal yang datang dari dataran yang tinggi, negeri para peratap, negeri pengkultusan dengan revolusinya yang terbungkus konspirasi........

ini adalah sebuah catatan pelampiasan kekecawaanku terhadap salah satu dan beberapa facebookers (SYIAH) yang dengan terang terangan menjudge Ibu kami Ummhatul Mukminin (Aisyah Binti Abu Bakr R.A) dengan sebutan KAFIR dan sengaja mengganti gelar yang sudah disematkan Oleh Allah bagi Beliau Bunda Aisyah r.a dengan Gelar Ummul Mujrimun....Naudzubillah....kekesalan ini bertambah dengan membaca sebuah Note seorang cendikiawan Ulama SYIAH Imamiyah Indonesia seorang pandir Jalaluddin Rahmat yang secara terang-terangan menghina Ummahatul Mukminin..(para Ibu orang Mukmin).. dan di tulisan itu terlewati olehku satu statement  JR dalam catatannya yakni : “Tidaklah menjadikan mereka (istri2 nabi) mulia karena menjadi istri Nabi, tetapi ukuran kemulian adalah taqwa” begitulah kata mereka (JR) untuk membangun persepsi masyarakat awwam dengan menggunakan dalil hanya untuk membungkus prasangka dan kedengkian sekedar menguatkan aqidah mereka yang sesat. Sungguh!!! orang2 yang membangun kebenaran sejati dengan rasio bebas, asumsi dan prasangka sebagai tiang-tiangnya adalah mereka yang di sebutkan dalam Al-Qur’an :

“…Mereka tidak mengikuti kecuali prasangka belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga. (QS, 10 ; 66)

Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (QS.10 ; 36)

bil khusus Aisyah radhiallahu anha salah satu istri nabi yang tak lepas dari cemohan, makian, hinaan dan pelampiasan prasangka mereka hanya untuk sekedar menguatkan aqidah mereka yang jauh dari kebenaran.

Saudaraku.. Mari sejenak mengenal Istri yang dicintai Nabi ini…

Man Hiya Aisyah ra ???

Kulitnya putih, berubah kemerahan saat diterpa sinar mentari. Maka kemudian wanita pemilik kulit putih ini pun dipanggil dengan al-Humairah. Ia adalah Aisyah binti Abu Bakar radiallahu anhu,
al-Humairah…., itulah wahai saudaraku..,Panggilan kesayangan untuk Aisyah yang tak lain keluar dari lisan Al-Amin, suami tercinta Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam. Sang suami dengan sabdanya “Keutamaan Aisyah atas wanita-wanita lain adalah seperti keutamaan tsarid (bubur daging dan roti) atas makanan yang lainnya” (HR. Muslim)

Dialah Aisyah pemilik sikap quwwah (keteguhan jiwa) yang keyakinannya tetap dalam kebenaran, ketika masyarakat mempertanyakan tentang kesuciannya setelah kepulangannya dari Perang Bani Musthaliq. Bahkan, berita bohong itu pun sempat menggoyahkan kepercayaan Rasulullah saw. kepadanya. Aisyah hanya bersaksi :

“Demi Allah, aku tidak bertaubat kepada Allah selamanya dari apa yang Rasul katakan. Demi Allah, sesungguhnya aku tahu jika aku mengakui sesuai dengan apa yang dikatakan orang-orang, sedang Allah tahu bahwa aku bersih dari (perbuatan itu), maka sungguh aku telah mengatakan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah terjadi. Dan, jika aku mengingkari apa yang mereka katakan, mereka pasti tidak akan mempercayai dan tidak akan membenarkanku. Tetapi, aku akan mengatakan apa yang pernah dikatakan oleh Ya’kub a.s., ‘Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku), dan Allah sajalah yang dimohon pertolongannya terhadap apa yang kalian ceritakan.’ (Q.S. Yusuf, 12: 18).” Dengan kesabaran yang tinggi pada diri Aisyah, Allah Swt. membenarkan kesucian Aisyah sebagai wanita mulia.

Allah telah menurunkan ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan pembebasan dirinya dari tuduhan dusta sebanyak sepuluh ayat dalam surat An-Nuur, dimana didalamnya Allah menjelaskan bahwa laki-laki yang baik adalah untuk wanita yang baik, dan beliau tergolong wanita yang baik, membebaskan mereka dari tuduhan orang-orang yang menyebarkan tuduhan dusta itu, dan memberi kabar gembira bahwa bagi mereka surga.

Istri yang dicintai Rasul, yang dipanggil dengan nama kesayangan dan mengabarkan kepadanya berita yang membuat jiwa serasa melayang ; “Wahai ‘Aisy.., Malaikat Jibril shallallahu ‘alaihi wasallam tadi menyampaikan salam buatmu.” (Muttafaq ‘alaih). Sungguh ujian Allah atas kesuciannmu wahai ibu kami tidak berhenti hingga saat ini. Masih saja ada golongan yang meragukan kredibilitas dan kemulianmu..

“Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman, mereka kena la'nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar. Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan” (QS.24 ; 23-24)

“Engkau adalah isteri yang paling dicintai Rasulullah saw., dan beliau tidak akan mencintai sesuatu kecuali yang baik,” ujar Ibnu Abbas kepada Aisyah. Di waktu lain ia pun mengatakan, “Allah Swt telah menurunkan wahyu tentang kesucianmu dari atas lapis langit yang ketujuh, maka tidak ada satu masjid pun yang disebutkan nama Allah di dalamnya, kecuali kesucianmu akan dibacakan di dalamnya sepanjang malam dan siang.” Iman Az Zuhri berkata, “Seandainya ilmu Aisyah dikumpulkan dengan ilmu dari seluruh Ummahatul Mukminin, dan ilmu seluruh wanita, niscaya ilmu Aisyah lebih utama.”


Pada suatu ketika aku (Aisyah) ikut bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sebuah lawatan. Pada waktu itu aku masih seorang gadis yang ramping. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu. Mereka pun berangkat mendahului kami. Kemudian beliau berkata kepadaku: “Kemarilah! sekarang kita berlomba lari.” Aku pun meladeninya dan akhirnya aku dapat mengungguli beliau. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam hanya diam saja atas keunggulanku tadi. Hingga pada kesempatan lain, ketika aku sudah agak gemuk, aku ikut bersama beliau dalam sebuah lawatan. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu. Kemudian beliau menantangku berlomba kembali. Dan akhirnya beliau dapat mengungguliku. Beliau tertawa seraya berkata: “Inilah penebus kekalahan yang lalu!” (HR. Ahmad)

Aduhai…, Sungguh romantika percintaan yang tiada tertandingi, tidakkah kalian menyaksikan dua insan yang terikat cinta berlari di gurun pasir dengan harmoni cinta, kasih sayang, dan rahmat itu !!!, permainan yang sangat lembut dan sebuah perhatian yang sangat besar dari seorang pemimpin yang besar pula. Adakah di dunia sekarang ini engkau lihat pemimpin2 negeri ini melakukan hal yang sama di tengah kunjungan2 mereka ??
Beliau perintahkan rombongan untuk berangkat terlebih dahulu agar beliau dapat menghibur hati sang istri dengan mengajaknya berlomba lari. Kemudian beliau memadukan permainan yang lalu dengan yang baru, kemudian berkata: “Inilah penebus kekalahan yang lalu!” (Subhanallah.. sungguh mulia dirimu wahai Nabi, suri teladan yang mencintai istri2nya..)

Selama sakit menjelang wafat, Nabi SAW kerap berada di rumah Aisyah. meminta izin istri lainnya untuk berada di dekat Aisyah.”Sebuah kenikmatan bagiku karena Rasulullah wafat di pangkuanku,” kata Aisyah. Saat detik2 perpisahan itu berakhir.., tetesan cinta menyayat sebelum sakaratul maut menjemput sang kekasih, Allah menyempatkan keduanya berbagi siwak.., haru membiru di bilik rumah tangga yang penuh rahmat itu, sehingga dikatakan oleh Aisyah “liurku bercampur dengan liur Rasulullah SAW”

Ahhhh.. saya begitu mengerti sekarang.., mengapa ending kisah sejarah yang begitu indah ini tidak begitu disukai oleh Kaum Syiah orientalis bahkan oleh mereka yang berwajah oriental…,??? Heheh.., apa mungkin iri, atau dengki atas kedudukan dan kemulian Aisyah Radhiallahu Anha ???. Yaa Allah…, Maha Suci Engkau yang menetapkan pada kekasihmu Muhammad hidup bersama wanita-wanita mulia nan agung.

Demikian suratku ini untukmu saudaraku bahwa Kehidupan setiap manusia bisa dikatakan sebagai kumpulan keping yang membentuk sebuah mozaik. Dan mozaik kehidupan Aisyah adalah termasuk mozaik terindah yang pernah ada. Kenapa? Karena mozaiknya beririsan dengan mozaik kehidupan manusia agung yang menjadi teladan manusia sepanjang masa yaitu Rasulullah saw.
semoga engkau mampu menepis fitnah, menghargai dirimu sendiri sebagai pribadi2 yang mendambakan jiwa mukmin…, lawan dan usirlah!!! fitnah itu dari orang2 yang engkau sayangi, karena sungguh kelezatan iman dan islam itu tidak akan pernah kita dapati di majelis2 yang juga di dalamnya berisi celaan, hinaan, cacian, bid’ah, makian, prasangka buruk dan kedengkian…

“Dan Kami berikan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata tentang urusan (agama); maka mereka tidak berselisih melainkan sesudah datang kepada mereka pengetahuan karena kedengkian yang ada di antara mereka.”.(QS. 45 ; 17)
Maha Benar Allah dengan segala FirmanNya…

Aisyah meninggal pada bulan Ramadhan yang agung tepat pada tanggal 17 Ramadhan, pada usia 66 tahun. Dan, dimakamkan di Al-Baqi’ kawasan pemakaman yang terletak di kota Madinah. Hal ini sesuai dengan wasiatnya, dimana beliau berwasiat agar dimakamkan di tempat pemakaman istri-istri Rasulullah. Semoga Allah meridhainya.
Surgaku di telapak Kakimu Bunda....orang-orang yang durhaka kepadamu sama sekali tidak akan mencium aroma surga yang Allah janjikan.......!!
Salam untukmu ya Rasul, Keluargamu (istri2mu dan dzuriatmu) serta para sahabat yang selalu setia mendampingi perjuanganmu..

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Uar Ben Alhamd.....:)
Bersambung...

Jumat, 21 Juni 2013

JALAN CAHAYA

BENDERA ISLAM

Wada’an … selamat tinggal dunia kelam, selamat tinggal belenggu muram, selamat tinggal wajah jahiliyah…


Mereka adalah orang-orang yang sangat beruntung di muka bumi ini. Karena mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk dan hidayah dari-Nya, Sang Maha Cinta. Cahaya Di Atas Cahaya. mereka yang semula hidup dalam kegelapan duniawi, telah mendapatkan kesempatan kedua, untuk menjalani hidup baru. Hidup menelusuri jalan cahaya, jalan-Nya yang lurus. Semoga Cinta mereka pada-Nya takkan pernah berkesudahan.


Marhaban… selamat datang wajah iman… ‘alaikum salam yaa akhi yaa ukhti…

ISLAM, ia datang dengan 2 pesona; pesona kebenaran yang abadi dan pesona manusia muslim yang temporal. Dan pada setiap momentum sejarah dimana kedua pesona itu bertemu, Islam selalu berada di puncak kekuatan dan kejayaannya. Ia tidak akan pernah kehilangan pesona kebenarannya, karena kebenarannya bersifat abadi. Dan pesona kebenaran seorang muslim harus ditunjukkan, sehingga ia mampu mengawal pesona kebenaran yang abadi..


Seluruh Alam Telah Menjadi Saksi !!!

Alhamdulillah..Segala puji bagiMu ya Allah, di bulan suci dimana Al Qur-an diturunkan sebagai peringatan kepada manusia, serta petunjuk dan penerang bagi orang-orang yang beriman..

Kamis, 28 April 2013

Min Huna Nabda,,, dari sini MAHIGAN memulainya, menjadi sebuah pengalaman berharga bagiku, disaat belum terbiasa dengan perjalanan darat yg konon -/+ 22 jam jarak yang harus kami tempuh, di kejauhan hari sudah terbayang lelahnya menempuh jarak, bosan sudah pasti, dalam hati hanya berbisik malu, semoga beta tak mabuk darat saat pahit menelan ludah akibat noktah , terlepas dari galau galaunya para Ababil :) heheh..namun pada akhirnya realitasnya tak seperti apa yg dibayangkan...Alhamdulillah.. :D
............................Napak tilas 13 tahun silam di sebuah perkampungan, tiga dusun yang terletak di kabupaten Seram Timur kepulauan Jazirah Almulk, mereka telah bersaksi dengan kesaksiannya yang tegak di atas kebenaran “Asyhadu Alaailaaha Illalllah Wa Asyhadu Anna Muhammadarrasulullah…”

AKU BERSAKSI BAHWA TIADA TUHAN SELAIN ALLAH DAN AKU BERSAKSI BAHWA MUHAMMAD ADALAH RASUL ALLAH…

“Allah telah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang kukuh itu di kehidupan dunia dan akhirat…” (Ibrahim 27)

Ikrar itu telah siap menghadapi segala konsekwensi ujian Allah berupa harta, keluarga dan kampung halaman untuk memperoleh gelar “MUSLIM”, sebuah gelar Agung yang sejak semula disandang oleh para guru peradaban cahaya.. ‘hanifan muslimin wa maa ana minal musyrikin’

Allahu Akbar... Allahu Akbar... Allahu Akbar
suara takbir seketika bergemuruh
senyum ibadah terlihat dari sudut-sudut Masjid..
air mata bahagia jatuh di kedalaman hati …
Pelukan cinta islam dan ciuman persaudaraan pun bersambut..
Salam Alaikum yaa Akhi yaa Ukhty..,
Seluruh Alam telah menjadi saksi atas ikrarmu,
perhatikanlah keajaiban dari dua kalimat syahadat itu,
Saksikan pesona kebenaran cahaya di atas Cahaya...
Doa dan cinta kami menyertaimu…
Semoga engkau menjadi muslim yang tangguh. Aamiin...


 

"...Kamilah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah, bahwa kami adalah MUSLIM ! "
(QS. Ali `Imran 52)






Uar Ben Alhamd....